Sejarah Forum Mahasiswa Bidikmisi (RUMAH DIKSI) - Universitas Siliwangi
Pertama kali kami menginjakan kaki ke kampus pejuangan universitas Siliwangi, ada rasa terharu terutama ketika terdengar lagu “selamat datang keluarga mahasiwa Universitas Siliwangi”. Rasanya seperti mimpi di sambut di sebuah Universitas Negeri bisa kuliah seperti teman–teman yang lainnya, di sinilah tempat kami bertekad, kami adalah penerus bangsa.
Sudah beberapa minggu kami kuliah namun belum ada kejelasan tentang status kami. Tanya dosen, tanya teman, tanya kakak kelas, dan ternyata nihil, hanya terdengar kabar bahwa kampus sedang mengusahakan karena jumlah mahasiwa bidikmisi melebihi kuota yang di tentukan.
Kapan cair? Kapan cair? Kapan cair? Kakak 2014 dan 2013 sudah cair, tapi kami belum, kami resah tapi kami bisa apa? Kami malu jika terus–terusan bolak-balik rektorat hanya untuk bertanya “pak kapan cair?” Ibu bapak tabungan hasil libur sekolah mulai menipis untuk kosan dan makan. Sebelum kuliah kami menceritakan pada orang tua bahwa kami telah lolos bidikmisi tiket untuk kuliah gratis di PTN dengan fasilitas biaya hidup dan asrama (itu kata kakak kelas kami saat di SMA).
Kesabaran sudah mulai habis perih rasanya mendengar beberapa teman telah gugur di medan perjuangan. Perjuangan menunggu kepastian, perjuangan menunggu nasip, perjuangan menahan lapar, perjuangan menahan malu karena masih harus ngutang sama ibu kost. Kami bisa apa? Sempat berfikir untuk berhenti kuliah tapi rasanya sangat berat mengingat ini adalah satu–satunya harapan kami untuk memperbaiki hidup kami.Kabar bahwa UNPAD, UNTIRTA, UNNES, UNDIP, UPI, sudah cair. Tercetus ide untuk membuat paguyuban bidikmisi seperti di IPB sebagai sarana bagi mahasiswa bidikmisi untuk sharing, mentoring, latihan menjelang ujian dan pengembangan minat bakat. / Alaik Z
Awal pertemuan mahasiswa bidikmisi fisip 5 orang, fkip 4 orang, , faperta 1 orang. Nama yang saya ingat : Faperta - Lilia H. Fisip - Irfan, Ashril, Aldi, Teguh dkk. Fkip - Putri Nazihah dkk.
Topik yang di bahas permasalahan pencairan dan beberapa mahasiswa bidikmisi berhenti kuliah karena keterbatasan biaya untuk mencukupi kebutuhan hidup dan tempat tinggal. Berita ini membuat kami sangat sedih di satu sisi ada perasaan cemas karena tabungan yang sudah habis, ibu kost yang mulai menagih uang kosan, kegiatan–kegiatan wajib yang harus di ikuti, dan di satu sisi ada perasaan bersalah, kami masih di beri rizki dan kesempatan tapi kami tidak saling bahu-membahu dalam mengatasi masalah ini.
Pembuatan grup line / Irfan Fisip 2015
Saya memberanikan diri untuk bertanya ke ormawa jurusan dan fakultas dan jawabanya nihil dan kurang ada respon. Bukan salah mereka, saya paham akan keterbatasan tentang informasi bidikmisi, status Universiatas Siliwangi yang baru Negeri, kesibukan persiapan MUMAS dan persiapan untuk UAS.
Ini bukan tentang keadaan saya, daerah saya, sekelas saya,, jurusan saya , fakultas saya, teman saya atau saudara saya tapi ini masalah Mahasiswa Uiversitas Siliwangi, yang tidak bisa kuliah karena urusan perut dan tempat tinggal.
Ada rasa sakit yang begitu dalam ketika apa yang saya suarakan hanya menjadi angin berlalu bagi para elit politik pemangku kebijakan kegiatan almamater masing – masing. UAS bagi saya adalah lembaran kertas berisi sejauh mana ilmu yang kta dapat, bukan sejauh mana takdir kita di masa depan sampai lupa dengan jeritan tangis saudara sendiri.
Tepatnya pada tanggal 5 januari 2015 sebagian besar mahasiswa Unversiatas Siliwangi berada di gedung putih untuk menuntut keadilan. Bulan januari tinggal menghitung hari rasanya seperti terjebak di padang pasir.
Pencairan bidikmisi seelah satu semester dan penetapan awal struktur pengurus :
Ketua : Putri Nazihah E.
Wakil : Teguh Frediansyah
Sekertaris : Abdul Yogi
Dan kordinator jurusan
*Ada beberapa nama yang hilang di catatan
Awal program diskusi jurusan oleh mahasiswa Faperta.
Pembuatan ADRT oleh Teguh F. dan Nizar, pengajuan SK melalui DEM.
Hilangnya para pejuang dari medan perang, akibat hak telah terpenuhi ketidakjelasan legalitas organisasi menjadi alasan. Perubahan strutur dan audiensi SK.
Mengubungi Universitas Pendidikan Indonesia terkait masalah penyusunan organisasi, pengkajian ulang untuk program kerja mendatang.
Revisi AD/ART RUMAH DIKSI , Pengajuan SK ke Wakil Rektor 3 melalui bagian kemahasiswaan
Pengumpulan dana dari mahasiswa BM Universitas Siliwangi secara sukarela. Pembukaan stand BM ( Informasi seputar Bidikmisi Universitas Siliwangi) Audiensi dengan pihak DEM, DLM, Lembaga Universitas Siliwangi, dan UKM KOPMA memperjuangkan Nasib Mahasiswa Baru Universitas Siliwangi
First Gathering dengan Anggota baru Rumah Diksi Unsil 2016
Membantu proses Pengajuan BM tahap ke 2 tahun 2016
Menghadiri acara forum bidikmisi UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA (IKADIKSI UNTIRTA). Bertemu dengan para pendiri IKADIKSI dan Anggota PERMADANI DIKSI "Persatuan Mahasiswa Bidikmisi Dan Alumni" yang dihardiri oleh IPB, ITB, UNJ, UI, UNIVERSITAS HALUOLEO, UNIVERSITAS SILIWANGI, UNIVERSITAS LAMPUNG dan lain – lain.
Bidikmisi EXPO tujuan utamanya menjaga mahasiswa BM 2016. Pengurus mengupayakan agar buku tabungan di buat saat acara EXPO sebagai penegasan bahwa bidikmisi mereka telah diterima dan pengenalan Rumah Diksi.
RUMAH DIKSI resmi mendapatkan SK Kepengurusan dari lembaga di Universitas Siliwangi
Pelantikan pengurus Rumah Diksi UNSIL Periode 2018